Authorized Distributor Bearing & Seal

Andindo Duta Perkasa

Sudah memiliki pengalaman lebih dari 40 tahun di dalam dunia Bearing dari tahun ke tahun, kami terus belajar dan berkembang untuk memberikan solusi dan kepuasan kepada seluruh pelanggan kami.

Seputar Informasi

CARA BACA KODE BEARING

Angka pertama (6) : Menunjukkan jenis bearing, yaitu Deep Groove Ball Bearing.

Angka kedua (2) : Menunjukkan seri beban atau lebar yang berkaitan dengan dimensi luar (OD) dan ketebalan (T) bearing. Khusus angka 2, kode ini menunjukkan seri standar/medium duty

Dua angka terakhir (07) : Menunjukkan ukuran dimensi lubang bearing (ID).Dengan mengalikan dua angka terakhir tersebut dengan angka 5, Anda dapat menentukan ukurannya:
07 x 5 = 35 = maka bearing 6207 memiliki ID 35mm

 

Namun, perlu diketahui bahwa rumus di atas hanya berlaku untuk kode 04 ke atas. Untuk kode 00, 01, 02, dan 03, rumus ini tidak berlaku

Di belakang seri bearing, terdapat kode seperti 2RS, ZZ, ataupun tanpa kode sama sekali. Kode tersebut menunjukkan jenis penutup pelindung pada kedua sisi bearing:

1. Tanpa kode = Tanpa penutup (Open)

2. 2RS = Penutup karet pada kedua sisi

3. ZZ = Penutup logam/besi pada kedua sisi

Kode "C3" : Menunjukkan celah internal pada bearing

 

1. C1 = Kelonggaran paling rapat. Digunakan untuk aplikasi super presisi dengan getaran yang sangat minimal.

2. C2 = Kelonggaran lebih kecil dari normal. Cocok untuk mesin yang membutuhkan akurasi tinggi dan putaran yang sangat stabil agar tidak goyang.

3. C0 (atau CN) = Kelonggaran normal/standar. Ini adalah standar pabrik untuk penggunaan umum sehari-hari (jika pada bearing tidak tertulis kode C, berarti bearing tersebut adalah C0).

4. C3 = Kelonggaran lebih besar dari normal. Cocok untuk aplikasi suhu tinggi atau putaran cepat.

5. C4 = Kelonggaran sangat longgar. Digunakan pada mesin industri berat yang menghasilkan panas ekstrem, beban sangat besar, atau kecepatan super tinggi.

6. C5 = Kelonggaran paling longgar. Jarang digunakan, khusus untuk kondisi operasional ekstrem di mana pemuaian material akan sangat masif.

 

CM = Kelonggaran khusus Motor Listrik (Electric Motor). Celahnya berada di kisaran normal (C0), tetapi dengan batas toleransi yang diperketat agar motor listrik berputar sangat senyap dan minim getaran.

Andindo Duta Perkasa siap menyuplai kebutuhan berbagai

sektor industri di Indonesia

Dari pertambangan hingga manufaktur, kami menyediakan solusi bearing dan seal terpercaya untuk mendukung operasional industri anda.